Bukan Sekadar Magang: Kisah Mahasiswa Mesin POLSUB Taklukkan Industri CNC di Teknik Jaya Component


POLSUB – Pendidikan vokasi sejatinya harus bermuara pada kesiapan kerja yang nyata di lantai produksi. Memegang teguh prinsip tersebut, Politeknik Negeri Subang (POLSUB) mengirimkan para mahasiswa Program Studi D3 Pemeliharaan Mesin untuk mengasah kompetensi teknis secara langsung di lingkungan industri manufaktur CV Teknik Jaya Component.

Bengkel manufaktur spesialis CNC Milling dan Bubut yang berlokasi di Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang ini bukanlah pemain baru. Telah beroperasi lebih dari tiga dekade sejak tahun 1994, CV Teknik Jaya Component menjelma menjadi ‘laboratorium hidup’ yang ideal bagi para mahasiswa untuk menjembatani teori di ruang kelas dengan realitas dunia industri.

Operations Manager CV Teknik Jaya Component, Noval Abu Said, menyambut hangat kolaborasi akademik ini. “Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerja sama dalam bidang machining dan pengembangan ilmu pemesinan industri. Kerja sama ini merupakan bagian dari pengembangan SDM, khususnya di Subang, yang mencakup penguasaan penggunaan mesin produksi hingga pemeliharaan peralatan industri,” jelas Noval.

Saat ini, terdapat delapan mahasiswa POLSUB yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan penuh hingga akhir Desember 2026. Mereka adalah Reni Agusthin, Nurfatimatus Saadah, Elsa Winda Situmorang, Rais Munandar, Fadritubima Musthofa, Ganjar Taufik Hidayat, Tomi Aditya, dan Daniel Alfaidz.

Menempa Mental dan Keterampilan Teknis

Di lantai produksi, para mahasiswa tidak sekadar mengamati, melainkan langsung memegang kendali mesin di bawah pengawasan instruktur industri. Reni Agusthin mengakui bahwa rotasi kerja yang diberikan sangat menguji kemampuannya.

“Sampai saat ini, magang praktik di sini membuat saya merasa tertantang terus, karena kami diberikan kesempatan untuk praktik langsung di banyak jenis mesin produksi,” ungkap Reni.

Pada tataran teknis yang lebih spesifik, Nurfatimatus Saadah menceritakan progres signifikan yang ia rasakan setelah lima bulan terjun di pabrik.

“Sekarang sudah bisa mengoperasikan mesin CNC Milling, melakukan setting offset benda kerja, dan membuat G-code dalam perangkat lunak CAM untuk dioperasikan ke mesin. Kami juga benar-benar ditekankan pada prosedur safety saat bekerja,” papar mahasiswa yang akrab disapa Nur tersebut.

Tidak hanya mengasah hard skill, lingkungan kerja industri juga menjadi ajang menempa mental keberanian, khususnya bagi mahasiswi perempuan. Elsa Winda Situmorang sempat merasa gentar saat pertama kali harus berhadapan dengan perawatan alat-alat berat.

“Awalnya ada perasaan takut untuk berkecimpung langsung di teknik pemeliharaan mesin. Ketika akan mulai praktik pun rasanya sama, tetapi setelah dijalani, saya justru sangat menikmatinya dan enjoy,” kisah Elsa membagikan pengalamannya.

Sinergi Berkelanjutan Lewat Teaching Factory

Kemitraan strategis yang telah diikat dalam Memorandum of Understanding (MoU) ini nyatanya tidak berhenti pada program magang semata. Kolaborasi kedua institusi ini akan diperluas untuk mencakup program teaching factory serta penyelesaian Tugas Akhir (TA) mahasiswa yang berbasis pada penyelesaian masalah nyata di industri.

Ketua Jurusan Teknik Mesin POLSUB, Susilawati, menaruh harapan besar pada keberlanjutan sinergi antara dunia akademis dan industri manufaktur di wilayah Subang ini.

“Harapannya, sebelum lulus, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin sudah memperoleh ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka secara langsung. Di saat yang bersamaan, kebutuhan dan perkembangan teknologi di dunia industri dapat terus kami serap untuk menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di lingkungan kampus,” pungkas Susi.