Gembleng 675 Mahasiswa Baru di Dodik Bela Negara Lembang, POLSUB Siap Cetak SDM Vokasi Unggul dan Tangguh


Semangat membara mewarnai keberangkatan ratusan mahasiswa baru Politeknik Negeri Subang (POLSUB) pada Senin (03/08/2026) pagi. Sebanyak 675 mahasiswa dari 10 program studi yang telah terbagi dalam beberapa kelompok, bertolak dari Kampus Cibogo menuju Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat untuk melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini tidak lain adalah sebagai upaya POLSUB untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) vokasi yang berkarakter unggul dan tangguh.

Setibanya di lokasi, hawa sejuk Lembang langsung disambut dengan ketegasan dan kedisiplinan melalui Apel Pembukaan PKKMB. Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama POLSUB, Wiwik Endah Rahayu, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa ke dalam keluarga besar institusi. Pada sambutan hangat tersebut, terselip pesan dan target besar yang ingin dicapai kampus pada kegiatan yang akan berlangsung hingga 06 Agustus mendatang ini.

“Pelaksanaan PKKMB di Dodik Bela Negara ini bukan tanpa alasan. Di era modern ini, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademis. Mereka harus memiliki karakter yang tangguh, integritas yang kokoh, dan rasa cinta tanah air yang kuat,” ujar Wiwik dalam amanatnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dunia industri kelak membutuhkan mentalitas pantang menyerah dan dedikasi tinggi. Melalui gemblengan selama tiga hari ke depan, para mahasiswa diharapkan mampu menyerap esensi kedisiplinan langsung dari para pelatih profesional demi menebalkan jiwa bela negara.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia PKKMB POLSUB 2026, Dwi Vernanda, menuturkan bahwa kolaborasi dengan instruktur Dodik merupakan langkah strategis institusi. “Kami secara resmi menyerahkan mahasiswa baru kepada pihak Dodik agar karakter mereka dapat terbentuk menjadi lebih baik dengan fondasi kedisiplinan yang kuat. Tujuannya jelas, agar ketika mereka lulus nanti, mereka benar-benar menjadi SDM yang tidak hanya siap kerja dari segi skill, tapi juga memiliki etos kerja yang disiplin. Kami harap seluruh mahasiswa bisa mengikuti rangkaian PKKMB ini dengan penuh hikmat,” jelas Dwi.

Pada hari pertama pelaksanaan, kendali penuh berada di tangan instruktur dan pemateri dari Dodik Bela Negara. Para mahasiswa tidak hanya diajarkan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar, tetapi juga disuntikkan materi wawasan kebangsaan yang krusial. Pemahaman mendalam mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi menu utama pembuka.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk memiliki nalar kritis dan kemandirian melalui materi penangkalan radikalisme di lingkungan kampus, bahaya narkoba, hingga penanaman nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran dan tanggung jawab. Menariknya, mengingat urgensi kewilayahan, mahasiswa juga dibekali materi mengenai potensi bencana di wilayah Subang dan Jawa Barat, lengkap dengan prosedur evakuasi dasar serta kesiapsiagaan.

Meski hari pertama sarat dengan pembentukan fisik dan mental berbasis bela negara, POLSUB tidak melupakan esensi kehidupan akademik modern. Pada hari kedua dan ketiga, estafet materi akan dilanjutkan dengan fokus pada adaptasi kehidupan kampus yang relevan dengan Gen-Z.

Isu-isu hangat seperti tren teknologi masa kini, literasi data, etika digital, hingga bahaya hoaks dan jejak digital sesuai UU ITE akan dikupas tuntas. Kampus juga mengambil langkah tegas dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dengan mengedukasi mahasiswa terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta perundungan, yang akan dipuncaki dengan penandatanganan komitmen antikekerasan oleh seluruh mahasiswa baru.

Sebagai institusi vokasi, mahasiswa tentu akan dibekali pemahaman mendalam mengenai sistem pendidikan vokasi, peraturan akademik, informasi beasiswa KIP Kuliah, hingga tata cara bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Isu kesehatan mental dan manajemen stres juga menjadi perhatian khusus kampus, berdampingan dengan dorongan untuk menciptakan success story melalui program kewirausahaan.

Dengan rancangan PKKMB yang komprehensif ini, memadukan ketangguhan dan kecerdasan era digital. Politeknik Negeri Subang tampaknya semakin mantap berlari mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya cerdas berinovasi, tetapi juga berkarakter baja.

Reporter & Redaktur: Nurizzi Rifqi Ferdian | Penyunting Web: Ardhi Akmaludin Jadhira