Berkembangnya kurikulum setiap tahunnya, membuat Politeknik Negeri Subang terus bergerak untuk mengembangkan kurikulum di setiap program studi. Untuk itu POLSUB menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum (19-20/7) sebagai evaluasi kurikulum yang sudah dijalankan serta untuk meningkatkan Akreditasi di setiap Prodi di POLSUB.
Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh Ridwan Baharta, Direktur POLSUB. Menurutnya, workshop pengembangan kurikulum merupakan kegiatan rutin untuk mengevaluasi kurikulum untuk bisa flexible, mengingat pengetahuan itu setiap tahunnya berkembang.”Saya ingin kurikulum kitab isa flexible dan siap dengan perubahan, sehingga dengan begitu bisa meningkatkan prodi di POLSUB, minimal akreditasinya Baik Sekali,” jelas Ridwan dalam sambutannya.
Dalam acara yang digelar di Hotel Saria Ater tersebut, Azis Sholeh Buchori, selaku ketua panita menuturkan bahwa pengembangan kurikulum sangat diperlukan karena bisa memperkuat kompetensi mahasiswa. “Selain link and match, keberhasilan kurikulum di perguran tinggi harus bisa kolaboratif, adaptif, dan sesuai denga perkembangan zaman,” ujar dosen prodi pemeliharaan mesin tersebut.
Selain itu, salah satu narasumber, Ade Chandra Purnawan S.Si., M.Sc. mengatakan bahwa penyusunan kurikulum hendaknya dilandasi dengan fondasi yang kuat, baik secara filosofis, sosiologis, psikologis, historis maupun secara yuridis. “Tak kalah penting juga bagaimana hasil tracer study, minimal mengidentifikasi apakah kompetensi lulusan program studi dibutuhkan pada dunia industri atau tidaknya. Apabila perlu ada pengembangan maka diperlukan review atas kurikulum yang ada,” ungkap dosen Politeknik Negeri Bandung.
Ade juga menjelaskan bawhwa menyusun kurikulum merupakan hak kampus dan harus jelas dengan capaian pembelajaran lulusan. ”Outcome harus jelas dan kompetensinya apa. Intinya, jika outcome akan melenceng harus segera berubah,” tambah Ade.


