Dilantik Menteri Nadiem, Oyok Yudiyanto Resmi Jabat Direktur POLSUB Periode 2022-2026


Setelah terpilih melalui pemlihan direktur sepekan lalu, Oyok Yudiyanto pun secara resmi dilantik oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Pelantikan yang digelar di Graha Utama, Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 3 Kamis, (27/10) tersebut langsung dipimpin oleh Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. bersama dengan sejumlah pejabat lainnya yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek.

Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta agar para rektor dan direktur yang sudah dilantik dapat semakin mendorong transformasi di kampus. Hilangkan sekat-sekat yang membatasi kolaborasi antara para mahasiswa dan dosen. Sehingga mendapat kesempatan semakin besar untuk berinovasi. Nadiem mengajak pejabat yang baru dilantik agar bergerak serentak untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

Seperti yang diketahui, Oyok terpilih melalui sidang senat yang digelar 20 Oktober 2022. Saat itu ada tiga calon direktur antara lain Yohanes Sinung Nugroho, Dipl. Ing, M.T, Oyok Yudiyanto, S.T., MT dan drh. Ferdi Fathurohman S.KH., MM.

Oyok Yudianto merupakan direktur POLSUB kedua untuk periode 2022-2026. sebelumnya, Direktur POLSUB pertama dijabat oleh Ir. Ridwan Baharta, M.Sc. untuk periode 2014-2022

Dia memiliki visi ke depan yakni Menunjang visi dan misi POLSUB melalui budaya inovasi, adaftif, serta religi sebagai katalis dalam trasformasi POLSUB di tahun 2030.

Visi tersebut dijalankan melalui beberapa misi. Pertama, menyelenggarakan pendidikan vokasi yang berdaya saing tinggi dengan menciptakan lulusan yang terampil dan kompeten. Bidang penelitian dan pengabdian masyarakat selalu di integrasikan dengan seluruh aktifitas Polsub yang akan memberikan dampak signifikan.

Kedua, mengembangkan organisasi tata kelola perguruan tinggi yang efektif, bersih, akuntabel dan sesuai dengan norma-norma agama serta menciptakan sdm berintegritas kerja yang baik.

Ketiga, mendorong dan mengimplementasikan kerjasama dalam berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia kerja.

Keempat, mewujudkan kemahasiswaan sebagai penggerak dalam pengembangan karakter melalui minat bakat dan penalaran dalam menunjang sofskill mahasiswa.