Cetak Talenta Ekonomi Kreatif Digital, Jurusan TIK POLSUB Gelar Bootcamp Creator 2026 dari Riset Ide hingga Strategi Monetisasi


SUBANG – Pesatnya pertumbuhan industri kreatif digital menuntut para kreator muda untuk tidak sekadar mengandalkan tren sesaat, melainkan menguasai manajemen produksi konten secara terukur dari hulu ke hilir. Menjawab kebutuhan tersebut, Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (JTIK) Politeknik Negeri Subang (POLSUB) menggelar Bootcamp Creator TIK (BCTIK) 2026 yang diikuti oleh 25 mahasiswa terpilih selama tiga hari penuh.

Berbeda dengan pelatihan teori di ruang kuliah, ajang tahunan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk mempraktikkan langsung seluruh siklus produksi konten digital—mulai dari riset algoritma dan kompetitor, teknik sinematografi di lapangan, penyuntingan visual, hingga strategi optimasi mesin pencari (Search Engine Optimization/SEO) dan monetisasi.

Ketua Pelaksana BCTIK 2026, Chepy Perdana, S.Kom., M.Pd., menyatakan bahwa program intensif ini disiapkan untuk mengasah daya saing mahasiswa agar mampu menghasilkan karya digital yang berkarakter dan relevan dengan kebutuhan audiens masa kini.

“Kami berharap pembekalan intensif selama tiga hari ini menjadi bekal nyata bagi ke-25 peserta terpilih untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus mengembangkan potensi mereka sebagai kreator konten profesional,” ujar Chepy.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kegiatan, Haryati, menjelaskan bahwa BCTIK selalu hadir dengan tema yang adaptif mengikuti dinamika industri kreatif setiap tahunnya. Demi menjembatani kurikulum kampus dengan praktik industri, JTIK POLSUB menghadirkan dua praktisi dan akademisi lintas disiplin sebagai narasumber utama, yakni Nurachman, S.Pd., S.Ag., BSc.Psy., S.Kom., M.M., M.Pd., serta Zulfikar Aziz, M.OS.

“Jurusan ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa melalui kegiatan bootcamp ini. Dengan demikian, wawasan dan keterampilan yang mereka serap tidak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga langsung dari para pakar dan praktisi yang ahli di bidangnya,” tutur Haryati.

Bedah Ekosistem Digital, Teknik Kamera, hingga Color Grading

Kurikulum bootcamp dibagi ke dalam tiga tahapan terstruktur yang memadukan pendalaman konsep dengan eksekusi lapangan:

Hari Pertama (Fondasi, Riset, dan Personal Branding): Bertempat di Laboratorium Akuntansi POLSUB, peserta dibekali pemahaman mengenai peta ekosistem YouTube, peluang monetisasi konten, serta pembangunan citra diri (personal branding). Di bawah arahan pemateri Nurachman, peserta dilatih membedah tren melalui riset topik dan analisis kompetitor sebelum mengeksekusi ide.

“Produksi konten yang kuat tidak bisa hanya mengandalkan kreativitas spontan, tetapi membutuhkan perencanaan dan riset yang matang. Kreator harus jeli menentukan sudut pandang (angle), merumuskan judul yang memikat, serta menyusun kalimat pembuka atau hook di detik-detik awal agar penonton langsung memahami arah pesan dan tertarik menyimak hingga tuntas,” jelas Nurachman.

Hari Kedua (Pra-Produksi dan Pengambilan Gambar Lapangan): Memasuki hari kedua, kegiatan beralih ke area terbuka di halaman kampus POLSUB. Dipandu oleh pemateri Zulfikar Aziz, peserta mempelajari tata cara penulisan naskah digital, perancangan alur gambar (storyboard), teknik pergerakan kamera, penataan cahaya (lighting), hingga perekaman suara yang jernih. Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok produksi untuk mengeksekusi pengambilan gambar. Menariknya, setiap hasil rekaman langsung ditinjau bersama narasumber di lokasi guna mengevaluasi kualitas visual dan audio sebelum melangkah ke meja penyuntingan.

“Keterampilan teknis mulai dari menulis naskah, memetakan storyboard, hingga mengatur kamera dan pencahayaan ini hanya bisa dikuasai lewat jam terbang praktik. Dengan terjun langsung di lapangan dan mengevaluasi hasil rekaman bersama-sama, peserta akan terbiasa menjaga standar kualitas gambar serta alur cerita sejak tahap awal produksi,” papar Zulfikar.

Hari Ketiga (Pasca-Produksi dan Optimasi Distribusi): Pada hari terakhir di Laboratorium Komputer Multimedia, peserta fokus merangkai hasil rekaman menjadi karya video yang utuh. Mereka mempraktikkan penyusunan klip, sinkronisasi audio, penambahan elemen grafis, transisi, hingga penyelarasan warna (color grading). Agar karya yang dihasilkan mampu menjangkau penonton secara luas, peserta juga dilatih merancang gambar sampul (thumbnail) yang atraktif serta menerapkan strategi SEO di YouTube dan berbagai platform digital lainnya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran karya video tiap kelompok, evaluasi akhir, penganugerahan karya terbaik, serta penyerahan sertifikat.

Bantu Mahasiswa Rintis Afiliasi dan Temukan Karakter Konten

Pendekatan pembelajaran yang aplikatif ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta, termasuk mereka yang tengah merintis kemandirian finansial lewat platform digital. Amaliah Sa’adah, mahasiswi semester tiga yang sedang menekuni pembuatan konten dan program afiliasi (affiliate marketing), mengaku mendapatkan banyak solusi atas kendala teknis yang selama ini dihadapinya.

“Sejak semester tiga ini saya mulai merintis konten dan program affiliate. Selama tiga hari mengikuti BCTIK, saya mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat aplikatif—mulai dari cara menggali ide konten yang segar, meracik hook yang memikat penonton, hingga teknik editing video agar tampil lebih menarik,” ungkap Amaliah.

Kesan positif serupa disampaikan oleh peserta lainnya, Shinta Dian Putri dan Bagja Sendik Kumara. Bagi Shinta, pelatihan ini membuka wawasannya dalam menyusun konsep visual yang terstruktur, sementara bagi Bagja, sesi riset audiens membantunya menemukan arah pengembangan kanal digitalnya ke depan.

“Motivasi awal saya mengikuti bootcamp ini adalah memperdalam keahlian sebagai content creator. Namun lebih dari sekadar teknis, kegiatan ini membantu saya menemukan jati diri dalam memetakan target audiens yang tepat, sehingga konten yang saya buat menjadi jauh lebih terarah,” tutup Bagja.

  • Reporter: : Amaliah Sa’adah & Shinta Dian Putri
  • Fotografer: : Amaliah Sa’adah & Shinta Dian Putri
  • Redaktur: Nurizzi Rifqi Ferdian