Materi Jalur Masuk SNBT yang Perlu Dipelajari


POLSUB – Jalur Masuk ke Politeknik Negeri Subang melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) secara resmi akan dibuka mulai 23 Maret – 14 April 2023. Perlu diketahui bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK-SBNT, bahwa materi untuk SNBT tahun ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Materi dalam UTBK SNBT tahun ini berupa Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika.

Dengan begini, para calon mahasiswa, khususnya yang akan masuk POLSUB tidak perlu lagi mengikuti Tes Potensi Akademik (TKA) seperti tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, ada tiga tes yang harus dilalui oleh calon mahasiswa yang akan mengikuti jalur UTBK-SNBT.”Sesuai dengan Permendikbud nomor 28 tahun 2022 bahwa peserta UTBK SNBT akan diuji dengan Tes Potensi Skolastik (TPS), Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dan Tes Penalaran Matematika,” jelas Wiwik Endah Rahayu, Wakil Direktur Bidang Akademik POLSUB.

Adapun tujuan dari ketiga tes tersebut adalah, TPS mengukur Kemampuan Kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Penalaran Matematika berfungsi untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia.

Selain itu, calon mahasiswa baru juga harus mengetahui waktu pelaksanaan ujian, jumlah soal, serta materi apa saja dalam UTBK. Hal ini bertujuan dengan harapan mereka bisa mengatur waktu dengan baik saat ujian nanti.”Dengan mengetahui jumlah soal dan materi yang pada UTBK-SNBT, harapannya nanti bisa membantu calon mahasiswa baru bisa belajar lebih maksimal,” tambah Wiwik.

Adapun bentuk tes serta waktu yang harus diperhatikan oleh calon mahasiswa baru adalah sebagai berikut;

1. Tes Potensi Skolastik (TPS)
TPS terdiri dari empat komponen, antara lain sebagai berikut

a. Kemampuan Penalaran Umum
Tes untuk menguji kemampuan peserta secara terarah dan terkendali menggunakan prosedur-prosedur untuk memecahkan masalah-masalah baru yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang sudah dipelajari sebelumnya.
Adapun alokasi waktu untuk kemampuan penalaran umum adalah;
1. Penalaran Induktif: 10 soal dikerjakan dalam waktu 10 menit
2. Penalaran Deduktif: 10 soal dikerjakan dalam waktu 10 menit
3. Penalaran Kuantitatif: 10 soal dikerjakan dalam waktu 10 menit

b. Kemampuan Kuantitatif
Tes untuk melihat kedalaman dan luasnya pengetahuan peserta UTBK SNBT terkait dengan matematika, kemampuan untuk menggunakan informasi kuantitatif dan memanipulasi simbol-simbol angka.
Adapun alokasi waktu untuk tes pengetahuan kuantitatif adalah;
Jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 15 menit

c. Pengetahuan dan Pemahaman Umum
Tes untuk melihat kemampuan peserta UTBK SNBT supaya bisa memahami dan mengkomunikasikan pengetahuan yang dipahami di lingkungan budaya Indonesia. Terutama keterampilan dalam berbahasa, menggunakan kata, dan keluasan serta kedalaman pengetahuan umum.
Adapun alokasi waktu untuk tes pengetahuan dan pemahaman umum adalah;
Jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 15 menit

d. Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis.
Tes untuk menguji kemampuan dasar dalam membaca, kelancaran membaca, dan keterampilan menulis.
Adapun alokasi waktu untuk kemampuan memahami bacaan dan menulis adalah;
Jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 15 menit

2. Tes Literasi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berfokus pada Literasi Membaca (Reading Literacy).
Dalam literasi membaca, peserta diukur dari kemampuannya memahami, menggunakan, mengevaluasi, merenungkan, dan berinteraksi secara aktif dan berkelanjutan (engage) dengan teks dengan arah untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi, serta untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Terdapat dua hal utama yang digunakan untuk mengukur para peserta UTBK SNBT yaitu Kompetensi Kebahasaan dan Strategi Kognitif.
Adapun alokasi waktu untuk tes literasi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia adalah;
a. Literasi dalam Bahasa Indonesia dengan jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 45 menit
b. Literasi dalam Bahasa Inggris dengan jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 45 menit

3. Penalaran Matematika
Para peserta akan diuji untuk bisa merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan permasalahan atau informasi yang melibatkan aspek kuantitatif. Selain itu, ada juga elemen pendukung seperti prosedur, fakta, dan alat yang akan menguji peserta dalam mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena di dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat keputusan dengan tepat yang didasarkan pada penalaran yang sistematis, analitis dan logis. Perlu diketahui, ada dua hal yang ditekankan dalam penalaran matematika, yaitu penggunaan konsep matematika dalam mengatasi masalah dalam sebuah konteks, serta penggunaan pengalaman di dalam kelas untuk mengatasi masalah.
Adapun alokasi waktu untuk tes literasi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia adalah;
Jumlah soal: 20 soal dikerjakan dalam waktu 30 menit