Maksimalkan Waktu Kosong dengan Menulis Jurnal Ilmiah, Dosen POLSUB Raih Program Insentif DIKSI


Siapa yang menyangka, yang awalnya hanya ditujukkan untuk mengisi kekosongan waktu, salah satu dosen Politeknik Negeri Subang bisa berhasil mendapatkan Program Insentif Kekayaan Intelektual dan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi Dosen Vokasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022. Adalah Muhammad Gilang Ramadhan, Dosen Program Studi D3 Agroindustri, berhak mendapatkan insentif sebesar 15 juta dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi atas keberhasilannya menerbitkan artikelnya pada jurnal terindeks scopus Quartile 2 (Q2).
Gilang, sapaan akrab dosen tersebut, mengatakan bahwa publikasi yang dia daftarkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Simlitabmas Kemdikbud sejatinya adalah hasil Thesisnya semasa kuliah S2 di University of Tsukuba, Jepang yang kemudian dianalisis lebih lanjut. Pria berkacamata tersebut mengatakan bahwa jurnalnya dia submit pada akhir Desember tahun 2021. “Publikasi ini saya garap murni karena untuk mengisi banyaknya waktu kosong, apalagi waktu itu saya masih baru di POLSUB dan hanya sedikit SKS yang saya peroleh,” jelas pria kelahiran Bandung.
Bahkan, Gilang harus menunggu beberapa bulan untuk bisa menerbitkan artikelnya yang berjudul “Efficient water removal from water-in-oil emulsions by high electric field demulsification” tersebut. Sekitar bulan Juli, jurnal yang diterbitkan di International Journal Separation Science and Technology tersebut akhirnya pun terbit, dan akhirnya, tepat pada bulan Agustus 2022, Gilang pun mengirimkan artikelnya ke Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Hasilnya, setelah dilakukan evaluasi, Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi pun mengumumkan sebanyak 72 dosen berhasil meraih inentif tahunan tersebut, termasuk di dalamnya Gilang.
“Kebetulan Kemdikbud pada saat itu sedang membutuhkan jurnal – jurnal dosen yang berhasil terbit di jurnal internasional. Alhamdulillah, jurnal yang awalnya saya kerjakan karena waktu kosong akhirnya bisa lolos,” tambah dosen alumni Universitas Padjadjaran tersebut.
Dengan hasil tersebut, sesuai dengan nomor surat 1604/D4/AL.04/2022 Gilang pun berhak untuk mendapatkan insentif sebesar 15 juta, walaupun hal tersebut dia lakukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu.”Awalnya saya sebenarnya ragu untuk mempublikasikan hasil penelitian saya, karena ada beberapa data yang menurut saya masih perlu ditambah. Tapi ya, Alhamdulillah ternyata bisa tembus jurnal Q2 dan bisa terpilih untuk program ini,” ujar dosen yang masuk ke POLSUB pada awal tahun 2021 tersebut.
Walau demikian, dosen yang juga hobi memasak tersebut mengaku bahwa keberhasilannya juga tidak terlepas dari dukungan dari teman – temanya, dan juga supervisornya semasa di University of Tsukuba Jepang. Bahkan Gilang mengaku dia dipaksa oleh teman – temannya untuk menerbitkan jurnalnya.”Atas desakan teman – teman waktu kuliah di Jepang dan bantuan supervisor, akhirnya saya coba untuk submit ke jurnal terindeks scopus, walau saya agak sedikit ragu,” ungkap Gilang.
Keberhasilan Gilang pun juga mendapatkan apresiasi dan ucapan selamat, baik dari para dosen, hingga direktur.”Saya ucapkan selamat kepada pak Gilang, semoga yang lain bisa menyusul,” jelas Ridwan Baharta, Direktur POLSUB