Dosen POLSUB Hibahkan TTG Mesin Perajang, Tingkatkan Produktivitas Petani Tembakau


POLSUB – Proses perajangan tembakau yang dilakukan oleh para petani di wilayah Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang menjadi salah satu kendala dalam peningkatan produktivitas. Berangkat dari masalah tersebut, tiga dosen Politeknik Negeri Subang menciptakan Teknologi Tepat Guna Mesin Perajang Temabakau untuk para petani yang bisa menghemat waktu lebih cepat dari perajangan secara manual.
Bahkan, para petani mendapatkan pelatihan mengenai tata cara penggunaan mesin dari dosen yang terdiri atas Dwi Vernanda, Mohammad Iqbal, dan Susilawati tersebut pada bulan November lalu. Tak ayal, pemberian fasilitas tersebut disambut baik oleh para petani, Kepala Desa Cimeuhmal, bahkan Dinas Pertanian Kabu Subang.

“Kami melihat para petani masih merajang tembaka menggunakan alat manual, sehingga dengan adanya TTG Mesin ini bisa menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan produktivitas tembakau di Desa Cimeuhmal,” ungkap Dwi Vernanda selaku ketua tim.

Tak hanya itu, Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut juga juga memberikan Sistem Informasi berbasis mobile dan website untuk memantau proses kegiatan pertanian tembakau.

“Kami juga menyerahkan buku manual dan aplikasi yang nantinya bisa digunakan sebagai alat pengelolaan data petani, data lahan, pemantauan aktivitas pertanian, penjadwalan secara otomatis terkait memberikan pupuk, dan perawatan tanaman tembakau,” tambah Mohammad Iqbal, selaku anggota tim.

Pemberian Sistem Informasi dan TTG Mesin tersebut juga sangat diapresiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Subang. Melalui Lilis Mulyawati, S.IP. selaku Kepala Bidang Perkebunan mengatakan bahwa Kabupaten Subang kaya akan potensi Perkebunan, termasuk tembakau.

“Dulu tembakau dari Kabupaten Subang pernah sangat terkenal, namun sempat sirna. Sekarang sudah mulai tumbuh lagi, khususnya dari daerah Cimeuhmal karena memiliki rasa khusus yang berbeda dari daerah lain,” terang Lilis.

Lilis juga mensukuri atas keterlibatan POLSUB dalam memingkatkan produktivitas para petani dengan menggunakan TTG Mesin Perajang. Dia mengatakan bahwa hasil rajangan dari kelompok tani caringin ini terkenal dengan kehalusan dan hasil dari mesin pun juga tidak kalah halus dengan yang biasa dilakukan secara manual.

”Di sini hasil proses perajangannya memang sangat halus, dan itu menjadi pembeda dari kami, apalagi kebanyakan temabakau di sini tidak dipasarkan untuk pabrik namun ini permintaan khusus oleh para perokok,” tutur Lilis.

Senada dengan Lilis, Kepala Desa Cimeuhmal, Toto Toharudin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan Sistem Informasi, TTG Mesin Perajangm serta Pelatihan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Dosen POLSUB. Dia mengatakan bahwa selama ini para petani di desanya mengalami kendala karena tidak semua petani bisa merajang dengan halus sesuai permintaan konsumen.

“Alhamdulillah dengan adanya alat perajang tembakau otomatis ini, kedepannya nanti petani di sini bisa menghasilkan rajangan tembakau yang sama kualitasnya dengan rajangan manual menggunakan tangan,” kata Toto.

Terlebih, menurut Ketua kelompok tani tembakau Komarudin, dengan adanya TTG Mesin dari Dosen POLSUB bisa menghemat waktu hingga tiga setengah jam. “Biasanya kami membutihkan sekitar 6 jam untuk proses perajangan. Namun setelah kami coba, mesin ini bisa membantu kami untuk melakukan perajangan selama 2,5 jam saja dengan kuantitas yang sama,” ungkap Komarudin.