Strategi Efektif Bimbingan Konseling di Masa Covid-19


Tidak bisa dipungkir, peran seorang Guru Bimbingan Konseling (BK) sangatlah penting untuk para peserta didik. Hal ini dikarenakan Guru BK memiliki peran sentral dalam mengembangkan potensi siswa yaitu untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial dan kepribadian siswa. Untuk itu, Politeknik Negeri Subang (POLSUB) mengadakan Webinar Nasional bagi para Guru BK untuk membahas “Strategi Bimbingan Konseling Krisis Saat Pandemi” yang disampaikan oleh seorang Psikolog ternama Maya Sumantri (18/2).

Pada seminar yang digelar hari Kamis pukul 08.30 melalui media Microsoft Teams tersebut, Maya membeberkan berbagai macam strategi untuk Guru BK sebagai salah satu komponen pendidikan yang memiliki tanggung jawab terhadap perilaku moral dan sikap siswanya, khususnya di masa Pandemi Covid-19 saat ini. “Ketika konsultasi online, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu, ruang dan tempat yang nyaman ketika berinteraksi, serta fleksibel dalam menggunakan media, baik video, pesan suara, ataupun webcam,” Jelas ibu yang juga seorang motivator tersebut.

Maya juga mengemukakan empat strategi jitu kepada para ratusan peserta yang hadir tentang cara mengelola hati dan perilaku siswa agar berhasil dalam pembelajaran online. Pertama adalah aktif mengawasi dalam penggunaan gawai, kemudian juga aktif memberikan pengetahuan dan membantu memecahkan masalah secara cepat. ”Para pendidik juga harus bisa mengatur waktu interaksi, baik interaksi dengan gadget dan individu serta mampu melakukan pemantauan dengan melihat atau memeriksa aktivitas online anak,” Ujar Ibu yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Psikologi Pusat Pendampingan & Perkembangan Anak berkebutuhan Khusus Cabang Subang.

Selain itu, alumni jurusan Psikologi Program Studi S1 & Profesi Psikologi Universitas Islam Bandung tersebut juga menghimbau kepada para peserta webinar untuk bisa melaksanakan tugas mendidik sesuai jaman. Menurutnya, hal yang bisa dilakukan oleh seorang Guru BK adalah dengan menatap siswa dengan lemah lembut, dengan harapan agar kelak mereka bisa memiliki sifat empati dan penyayang, sehingga siswa sanggup mengalami perubahan fisik, mental, spiritual, sosial terhadap budaya dan lingkungan. ” Para pendidik juga harus bisa memberi pemahaman tentang hak dan kewajiban dengan manjadikan diri sebagai sahabat juga teladan yang baik bagi para siswa,” Pungkas ibu yang juga berprofesi sebagai penyiar radio tersebut.