Tentang POLSUB


Politeknik Negeri Subang


Politeknik Negeri Subang adalah perguruan tinggi negeri pertama di Kabupaten Subang. Pendidikan Politeknik Negeri Subang merupakan Pendidikan Tinggi Vokasi Program Diploma III yaitu program pendidikan yang bertujuan menyiapkan tenaga ahli, terampil, siap kerja, dan mampu bersaing di bidangnya yang ditempuh dalam kurun waktu 3 tahun atau 6 semester.

Pada tahun 2030 menjadi salah satu politeknik terbaik di Indonesia.

1. menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas;

2. menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada teknologi terapan;

3. menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada teknologi tepat guna;

4. mengembangkan sistem manajemen yang andal untuk tata kelola yang transparan dan terpercaya;

5. menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan.

1. mengembangkan sistem pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas dan berkesinambungan;

2. menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian sesuai bidangnya;

3. menghasilkan penelitian   yang  bermanfaat bagi  pemangku kepentingan.

4. membangun manajemen yang efisien, efektif dan  mandiri;

5. meningkatkan  kualitas dosen dan tenaga kependidikan.

Politeknik Negeri Subang (POLSUB) sebagai salah satu dari 43 Politeknik Negeri di Indonesia,  memiliki peran yang cukup strategis dalam pembangunan nasional, untuk menghasilkan lulusan siap pakai sesuai dengan bidang keahliannya.  Dalam upaya mewujudkan peran tersebut, sejak awal POLSUB telah melaksanakan program pendidikan vokasi yang dahulu disebut sebagai jalur pendidikan profesional. Pada pendidikan vokasi, porsi peningkatan keterampilan dalam bentuk kegiatan praktik dan praktikum menempati porsi lebih tinggi dibanding kegiatan perkuliahan di dalam kelas.  Untuk mewujudkan peran tersebut, berbagai upaya pengembangan juga telah dilakukan untuk membenahi pelaksanaan proses pembelajaran yang lebih baik. Pelaksanaan program pengembangan dilakukan secara bertahap.

Politeknik Negeri Subang (POLSUB) merupakan perguruan tinggi negeri baru yang rencana proses pendiriannya dimulai melalui nota kesepakatan (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud pada tahun 2011. Pada tanggal 2 April 2014 Politeknik Negeri Subang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Setelah peresmian tersebut, diangkat Direktur pertama POLSUB melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 112/MPK.A4/KP/2014, tertanggal 24 April 2014.

Saat itu belum ada sama sekali gedung serta fasilitas kampus, sehingga Pemkab Subang sesuai MOU meminjamkan gedung kelas sementara untuk Politeknik Negeri Subang yang berada di SMA PGRI 2 dan SMA Langlang Buana yang sampai saat ini masih digunakan untuk menjalankan perkuliahan. Disamping itu Pemkab Subang juga meminjamkan rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Subang sebagai kantor Direktorat sementara. Dengan bertambahnya kegiatan, karyawan, serta dosen, maka sejak akhir tahun 2015 kantor Rektorat Politeknik Negeri Subang resmi berpindah dari rumah Dinas Ketua DPRD Kab. Subang ke Gedung Islamic Center yang berada di jalan Arief Rahman Hakim nomor 8 sampai saat ini.

POLSUB yang pada awalnya belum memiliki sumber daya manusia sama sekali, banyak mendapat bantuan teknis dari Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) dan Politeknik Negeri Manufaktur Bandung (POLMAN). Dengan bantuan teknis dari kedua Politeknik Negeri tersebut, maka secara perlahan POLSUB mulai dapat berjalan. Di tahun 2015 dilakukan MoU dan Perjanjian Kerja Sama dengan beberapa lembaga pemerintah, yaitu dengan Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI  dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Subang, guna membantu proses perkuliahan dan praktik mahasiswa.

Politeknik Negeri Subang memiliki tiga Jurusan yaitu Managemen Informatika (MI), Agroindustri (AI), dan Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin (TPPM). Pendirian Politeknik Negeri Subang ini dilandasi dengan konsep dasar yang sesuai dan berorientasi pada potensi pengembangan kawasan di Kabupaten Subang. Konsep inti adalah untuk mempercepat pembangunan pada daerah yang baru tumbuh untuk mendukung pertumbuhan industri maupun pada daerah yang telah berkembang untuk mempercepat pengembangan industri secara global di wilayah Indonesia.