Mahasiswa Bidik Misi Ajak Ngopi Sivitas Akademika POLSUB.


Wakil Direktur 1 Oyok Yudianto, S.T., M.T. dan Ustadz Muryanto Herutomo, S.Pd.I, M.Si. Saat Acara Ngopi (Ngobrol perkara iman)

Mahasiswa Bidik Misi Politeknik Negeri Subang (POLSUB) pada Selasa 22 Januari 2020, menyelenggarakan acara Kajian Motivasi bertemakan Ngopi (Ngobrol Perkara Iman) di Aula POLSUB lantai 2. Kegiatan Dibuka langsung oleh Wakil Direktur 1 Oyok Yudianto, S.T., M.T. Oyok menyampaikan setelah acara ini, mahasiswa bisa mengamalkan ilmu yang sudah diterima.

“Sami’na wa atho’na. Mendengar lalu laksanakan. Seperti Handphone yang setiap hari harus diisi ulang baterainya, kita juga sebagai manusia harus terus diisi keimannannya dengan mendengarkan ilmu agama agar keimanan kita terjaga,” paparnya.

Pada acara ini menghadirkan Ustadz Muryanto Herutomo, S.Pd.I, M.Si. Ustadz pada awal paparannya bertanya kepada mahasiswa. “Apakah kalian takut sama hujan? Hujan deres ataupun tidak tetaplah air, maka yang seharusnya kita takutkan adalah yang memiliki hujan, Allah SWT,” ujarnya.

Ustadz juga menyampaikan bahwa apabila kita merasa waktu terasa cepat maka perbanyaklah istighfar. Kembalilah pada Al Qur’an karena apabila kita merasa waktu berjalan lebih cepat maka itu adalah pertanda akhir zaman. “Kiamat yang kita ketahui baru dua yaitu kiamat sugro dan kubro. Keduanya berbahaya. Namun, ada satu kiamat yang paling berbahaya dan bisa dirasakan saat ini yaitu kiamat wustho yaitu hancurnya moral manusia,” paparnya.

Saat ini manusia dihadapkan pada kondisi yang serba cepat dan dekat. Jarak tidak lagi menjadi kendala untuk berkomunikasi. Keluarga yang beda pulaupun kalau ingin bertemu bisa dengan satu klik, melalui video call. “Manusia saat ini berada pada akhir zaman, dimana manusia lebih mengedepankan kebebasan. Sehingga harus memperkuat keimanan untuk mengimbangi akhir zaman,” jelasnya.

Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata yang tinggal dipunggung manusia yang bernama muroh. Syetan muroh inilah yang senantiasa menggoda manusia untuk abai terhadap ajakan kebajikan. Menunda-nunda waktu sholat namun tetap asyik bermain dengan handpone.

“Menjaga diri dari godaan syetan adalah dengan cara menjaga wudhu kita mulai dari bangun sampai tidur lagi” pungkasnya [pr/red].